Sunday, November 14, 2010

Hipotiroid Selama Kehamilan

Seberapa Dini Hormon Tiroid Ibu Mempengaruhi Bayi Yang Belum Dilahirkan ?

Sebelum kelahiran bayi tergantung sepenuhnya pada ibu untuk hormon tiroid sampai kelenjar tiroid bayi sendiri dapat mulai berfungsi. Ini biasanya tidak terjadi sampai kira-kira 12 minggu kehamilan (akhir dari trimester pertama kehamilan). Jadi, hypothyroidism dari ibu memainkan peran sejak dini, sebelum banyak wanita-wanita sadar mereka hamil! Kenyataannya, bayi-bayi dari ibu-ibu yang adalah hypothyroid pada bagian pertama dari kehamilan, kemudian dirawat secara cukup, memamerkan perkembangan motor yang lebih lambat daripada bayi-bayi dari ibu-ibu normal. Bagaimanapun, selama bagian belakangan dari kehamilan, hypothyroidism pada ibu dapat juga mempunyai efek-efek yang buruk pada bayi, seperti yang ditunjukan oleh penelitian yang digambarkan diatas. Anak-anak ini lebih mungkin mempunyai gangguan intelektual.

Apa Yang Dapat Dilakukan Untuk Menghindari Konsekwensi-Konsekwensi Dari Hypothyroidism Pada Kehamilan ?

Sejumlah asosiasi-asosiasi dan organisasi-organisasi medis telah membuat rekomendasi-rekomendasi pada penyaringan untuk penyakit tiroid. Beberapa dari rekomendasi-rekomendasi didaftar dibawah:
  • Semua wanita-wanita yang merencanakan kehamilan harus dipertimbangkan untuk penyaringan penyakit tiroid.
  • Semua wanita-wanita hamil dengan gondok atau goiter (tiroid yang membesar), tingkat-tingkat antibodi-antibodi tiroid darah yang tinggi, sejarah penyakit tiroid keluarga, atau gejala-gejala dari hypothyroidism harus diuji untuk hypothyroidism.
  • Pada wanita-wanita yang berada pada hipotiroid garis batas atau sub-clinical, (contohnya, tidak dalam batasan lab untuk hypothyroidism yang benar, namun didalam batasan normal yang rendah) dan yang juga mempunyai antibodi-antibodi yang positif (yang mungkin mengindikasi penghancuran tiroid autoimun yang sedang berlangsung), terapi dengan hormon tiroid dosis rendah pada penimbulan kehamilan mungkin bermanfaat.
  • Ada beberapa bukti bahwa antibodi-antibodi mungkin yang berkontribusi pada hypothyroidism dapat memainkan peran pada kehamilan. Data menyarankan bahwa pemberian suplemen selenium mungkin bermanfaat pada wanita-wanita dengan tingkat-tingkat antibodi yang tinggi pada saat sebelum penghamilan. Ini harus ditinjau ulang dengan dokter anda.
  • Wanita-wanita yang berada pada penggantian hormon tiroid sebelum kehamilan harus juga diuji untuk memastikan bahwa tingkat-tingkat mereka adalah tepat. Selama kehamilan, dosis pengobatan yang diperlukan mungkin meningkat sampai 50%. Peningkatan-peningkatan mungkin diperlukan sedini trimester pertama.
  • Pendosisan adalah dinamis selama kehamilan dan harus dimonitor secara ketat dengan pengujian darah yang teratur. Ketika kehamilan berlanjut (maju), banyak wanita-wanita memerlukan dosis-dosis yang lebih tinggi dari penggantian hormon.
  • Dosis dari penggantian hormon tiroid selama dan setelah kehamilan harus dimonitor secara hati-hati menggunakan nilai darah thyroid stimulating hormone (TSH). Batasan-batasan laboratorium untuk TSH normal adalah cukup lebar. Kebanyakan clinicians (dokter yang mengajar atau memakai pengobatan klinik) suka mempertahankan wanita-wanita yang hamil dan berada pada penggantian dalam ujung "hyper" dari batasan normal. Ini biasanya menyamai TSH dari <2.0. Banyak clinicians menyukai TSH pada batasan <1.0.
  • Pada wanita-wanita dengan hypothyroidism sebelum penghamilan, kebanyakan balik ke dosis tiroid sebelum kehamilan mereka dalam beberapa minggu sampai beberapa bulan.
Harus ditekankan bahwa ini adalah hanya petunjuk-petunjuk. Pengendalian dari situasi setiap wanita dipertimbangkan secara perorangan setelah konsultasi dengan dokter mereka. Mafaat-manfaat dari perawatan melebihi tidak hanya pada wanita-wanita hamil dengan hypothyroidism, namun juga pada anak-anak mereka.

No comments:

Post a Comment